Teknologi Prodec Oil Plus meningkatkan ekstraksi minyak jagung bernilai tinggi di pabrik etanol AS
Dengan mengolah seluruh cairan sisa distilasi menggunakan Prodec Oil Plus, Dakota Spirit Ethanol di North Dakota kini dapat mengekstraksi hingga 30% lebih banyak minyak jagung bernilai tinggi dari produksi etanol. Metode inovatif ini mengambil minyak yang sebelumnya terbuang, sekaligus memaksimalkan hasil dan efisiensi produksi.
DATE 2026-10-02Metode baru yang dipatenkan ini menggunakan teknologi Prodec Oil Plus dari Alfa Laval untuk mengolah seluruh cairan sisa distilasi pada suhu tinggi. Hasilnya, perolehan minyak jagung meningkat secara signifikan.
Salah satu contoh keberhasilan teknologi Oil Plus adalah sebuah pabrik etanol di AS. Pabrik ini kini mampu mengekstraksi hingga 30% lebih banyak distillers’ corn oil (DCO), yaitu minyak jagung bernilai tinggi yang diperoleh dari proses produksi etanol.
Dakota Spirit Ethanol di Spiritwood, North Dakota, mengubah tahap ekstraksi DCO. Sebelumnya, minyak diekstraksi dari cairan pekat setelah melalui evaporator. Kini, minyak dipisahkan langsung dari seluruh cairan sisa distilasi setelah keluar dari kolom distilasi awal (beer column), sebelum tahap pengurangan kadar air. Dengan cara ini, minyak dapat diambil sebelum ikut terbuang bersama padatan hasil pemisahan dekanter.
Perubahan ini berawal dari kerja sama jangka panjang dan diskusi dengan Alfa Laval, yang telah memasok teknologi lain untuk pabrik tersebut. Alfa Laval melihat peluang untuk mempercepat pengembalian investasi sekaligus memberikan manfaat finansial yang besar.
“Mengapa tidak mengambil minyak itu sebelum cairan sisa distilasi masuk ke dekanter dan minyak terperangkap dalam padatan, sehingga kehilangan yang tidak perlu di tahap akhir dapat dihindari?” ujar Dennis Schoenwald, Manajer Pengembangan Bisnis untuk Teknologi Etanol dan Bahan Bakar Nabati di Alfa Laval. “Pengambilan minyak ini sangat penting bagi pabrik karena pendapatannya membantu menutup banyak biaya operasional. Sebelumnya, penambahan satu sentrifus minyak pada tahap cairan pekat hanya meningkatkan perolehan minyak paling banyak 5%.”
Solusi Alfa Laval mudah digunakan dan dipasang, tanpa memerlukan teknologi tambahan yang rumit. Solusi ini membantu produsen etanol mengambil hingga 99% DCO bebas yang terdapat dalam seluruh cairan sisa distilasi. Dekanter konvensional dirancang untuk mengurangi kadar air dan menghasilkan padatan sekering mungkin. Dekanter Oil Plus menjaga padatan tetap tersuspensi, sehingga minyak tidak terperangkap dalam lapisan padatan. Minyak naik ke permukaan campuran, lalu lapisannya diambil secara terkendali. Campuran yang telah dipisahkan minyaknya kemudian masuk ke dekanter berikutnya untuk mengurangi kadar air, dengan kehilangan minyak dalam padatan seminimal mungkin.
Instalasi sentrifus dekanter Prodec Oil Plus di pabrik etanol Dakota Spirit.
Peralatan dipasang pada 2024 setelah pengujian dan analisis menyeluruh memastikan berbagai manfaat yang dapat diberikan Prodec Oil Plus.
“Pengujian skala besar diperlukan karena selama ini proses ekstraksi dilakukan pada cairan pekat, dengan laju aliran sekitar 70 hingga 100 galon per menit per mesin,” ujar Stephen Ludes, Manajer Penjualan untuk Pengolahan Hasil Pertanian di Alfa Laval. “Ketika seluruh aliran cairan sisa distilasi diproses, pabrik berkapasitas 100 juta galon akan memiliki laju aliran sekitar 1.000 galon per menit. Ini membutuhkan investasi awal yang besar. Karena itu, pelanggan perlu memastikan perolehan minyak dan pengembalian investasi sebelum mengambil keputusan.”
Pengujian tersebut membuktikan manfaat yang signifikan. Sebelum membeli, pabrik kemudian menguji mesin berukuran penuh di lokasi selama satu tahun. Langkah ini memungkinkan pabrik menyusun neraca massa dan menilai apakah teknologi tersebut memengaruhi proses produksi, serta bagaimana pengaruhnya.
Hasilnya dapat berbeda di setiap pabrik, bergantung pada suhu, penggunaan bahan pemecah emulsi, kandungan minyak dalam jagung, dan pengaturan proses fermentasi. Namun, Alfa Laval memperkirakan penggunaan pemisah minyak Prodec 65 Oil Plus pada tahap awal dapat meningkatkan perolehan DCO sebesar 25 hingga 40%.
Instalasinya hanya memerlukan peralatan dasar: dekanter, tangki penyangga untuk cairan sisa distilasi, tangki penyangga untuk minyak jagung, serta beberapa pompa dan perangkat ventilasi.
Melalui pengujian dan analisis, Alfa Laval dapat memberikan estimasi akurat tentang peningkatan perolehan minyak dengan Prodec Oil Plus. Dengan begitu, produsen dapat menilai kelayakan investasi secara finansial.
Teknologi unggulan
Hasil minyak lebih tinggi, operasi lebih ekonomis
Memisahkan minyak jagung sebelum aliran masuk ke dekanter stillage mengurangi minyak yang terbuang bersama padatan dan membatasi minyak yang kembali bersirkulasi melalui back-set, yaitu cairan yang digunakan kembali dalam proses fermentasi. Hasilnya, perolehan minyak secara keseluruhan meningkat dan produksi etanol dapat ditingkatkan. Profitabilitas pabrik juga meningkat karena minyak jagung memiliki nilai lebih tinggi daripada hasil samping biji-bijian distilasi yang dikeringkan beserta fraksi terlarutnya (DDGS). Berkurangnya penumpukan deposit dan meningkatnya efisiensi fermentasi turut membuat operasi lebih ekonomis.
Energi bersih
Minyak jagung yang dipisahkan menjadi bahan baku bernilai untuk produksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) dan biodiesel. Ini membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendukung masa depan energi yang lebih berkelanjutan.
Hemat air dan bahan kimia
Memisahkan minyak pada tahap stillage mengurangi oksidasi minyak di evaporator serta penumpukan deposit. Dengan deposit yang lebih sedikit, pembersihan tidak perlu dilakukan sesering sebelumnya, terutama pada tahap akhir evaporator multiefek. Penggunaan air dan bahan kimia pun berkurang. Memisahkan lebih banyak minyak sebelum aliran masuk ke pengering juga membantu mengurangi risiko penumpukan deposit di dalam pengering.